Panduan Lengkap Membuat Soal Menjodohkan di Microsoft Word: Efektif dan Profesional
Pendahuluan
Dalam dunia pendidikan dan pelatihan, evaluasi merupakan komponen krusial untuk mengukur pemahaman dan penguasaan materi. Salah satu bentuk soal yang populer dan efisien untuk menguji berbagai jenis pengetahuan adalah soal menjodohkan (matching questions). Soal ini tidak hanya efektif untuk menguji korelasi antara konsep, definisi, tanggal, atau nama, tetapi juga relatif mudah dibuat dan dinilai.
Microsoft Word, sebagai pengolah kata paling umum, menyediakan berbagai fitur yang memungkinkan Anda membuat soal menjodohkan dengan tampilan yang rapi dan profesional. Artikel ini akan memandu Anda secara mendetail, langkah demi langkah, tentang cara membuat soal menjodohkan yang efektif di Word, dari perencanaan hingga tips lanjutan.

1. Memahami Soal Menjodohkan: Definisi dan Kelebihan
Sebelum kita melangkah ke teknis pembuatan, mari kita pahami dulu apa itu soal menjodohkan dan mengapa ia menjadi pilihan yang baik:
- Definisi: Soal menjodohkan adalah jenis pertanyaan objektif di mana peserta diminta untuk mencocokkan item dari satu daftar (biasanya disebut "premis" atau "pertanyaan") dengan item yang relevan dari daftar kedua (biasanya disebut "respons" atau "jawaban").
- Kapan Digunakan?
- Menguji kosakata dan definisinya.
- Mencocokkan tanggal dengan peristiwa penting.
- Menghubungkan nama tokoh dengan penemuan atau kontribusinya.
- Mengkorelasikan sebab dengan akibat.
- Mengidentifikasi bagian-bagian dan fungsinya.
- Kelebihan:
- Efisiensi: Menguji banyak item dalam waktu singkat.
- Objektivitas: Penilaiannya sangat objektif, mengurangi bias.
- Cakupan Luas: Mampu mencakup berbagai materi dalam satu set soal.
- Mudah Dibuat: Dengan Word, prosesnya bisa sangat cepat setelah Anda menguasai dasarnya.
- Fleksibilitas: Dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran dan tingkat kesulitan.
2. Persiapan Awal Sebelum Memulai
Pembuatan soal yang baik dimulai dari perencanaan yang matang.
- Tentukan Materi dan Tujuan Pembelajaran: Identifikasi konsep atau fakta spesifik yang ingin Anda uji. Pastikan semua item dalam satu set soal menjodohkan berasal dari kategori yang sama atau saling terkait (homogen). Misalnya, jangan mencampur istilah biologi dengan tanggal sejarah dalam satu set soal.
- Jumlah Item: Idealnya, satu set soal menjodohkan berisi 5-10 pasang item. Jika terlalu sedikit, tidak efisien; jika terlalu banyak, peserta bisa kewalahan dan kelelahan.
- Jumlah Pengecoh (Distractors): Untuk meningkatkan tingkat kesulitan dan mengurangi kemungkinan menebak, selalu sediakan lebih banyak pilihan jawaban (respons) daripada pertanyaan (premis). Misalnya, jika ada 8 pertanyaan, sediakan 10-12 pilihan jawaban. Pengecoh harus terlihat masuk akal, tetapi salah.
- Instruksi yang Jelas: Siapkan kalimat instruksi yang singkat, padat, dan mudah dimengerti.
3. Langkah Demi Langkah Membuat Soal Menjodohkan di Word
Ada beberapa metode untuk membuat tata letak soal menjodohkan di Word. Dua metode yang paling umum dan direkomendasikan adalah menggunakan Tab dan menggunakan Tabel.
Metode 1: Menggunakan Tab (Untuk Tampilan Rapi dan Simpel)
Metode ini sangat baik untuk soal menjodohkan yang sebagian besar berbasis teks dan Anda menginginkan kontrol presisi atas jarak antar kolom.
-
Buka Dokumen Baru di Word:
- Mulai dengan dokumen kosong.
- Atur margin dan ukuran kertas sesuai kebutuhan Anda (misalnya, A4, margin normal).
- Pilih jenis dan ukuran font yang mudah dibaca (misalnya, Times New Roman 12pt atau Calibri 11pt).
-
Tulis Instruksi Soal:
- Di bagian atas halaman, tulis instruksi yang jelas, misalnya:
Jodohkanlah pernyataan di kolom kiri dengan jawaban yang tepat di kolom kanan. Tulislah huruf di depan jawaban yang benar di tempat yang disediakan.
- Di bagian atas halaman, tulis instruksi yang jelas, misalnya:
-
Atur Tabulasi untuk Kolom:
- Ini adalah langkah kunci untuk metode ini.
- Pastikan penggaris (Ruler) di Word Anda aktif. Jika tidak, pergi ke tab
Viewdan centangRuler. - Untuk kolom pertanyaan (kiri): Anda mungkin tidak perlu mengatur tab khusus untuk ini, karena ini adalah teks awal paragraf.
- Untuk kolom tempat jawaban (tengah/kanan):
- Klik pada penggaris di posisi yang Anda inginkan untuk penanda jawaban (misalnya, 6 cm dari kiri). Pastikan jenis tab yang muncul adalah
Left Tab(ikon L terbalik). Jika bukan, klik ikon tab di ujung kiri penggaris berulang kali hingga menemukanLeft Tab. - Untuk kolom jawaban (kanan): Klik pada penggaris di posisi yang Anda inginkan untuk awal teks jawaban (misalnya, 9 cm atau 10 cm dari kiri). Pastikan jenis tabnya juga
Left Tab. - Tips: Anda bisa melihat posisi tab yang presisi dengan mengklik
Home>Paragraph Group>Dialog Box Launcher(panah kecil di sudut kanan bawah) >Tabs....
- Klik pada penggaris di posisi yang Anda inginkan untuk penanda jawaban (misalnya, 6 cm dari kiri). Pastikan jenis tab yang muncul adalah
-
Mulai Menulis Soal:
-
Kolom Premis (Pertanyaan):
- Ketik nomor soal (misalnya,
1.). - Ketik pertanyaan Anda.
- Setelah pertanyaan selesai, tekan tombol
Tabsekali. Ini akan membawa kursor ke posisi tab pertama yang Anda atur (untuk tempat jawaban). - Tempat Jawaban: Buat ruang kosong untuk jawaban, misalnya dengan tanda kurung atau garis bawah:
( )atau_____. - Tekan tombol
Tabsekali lagi. Ini akan membawa kursor ke posisi tab kedua yang Anda atur (untuk awal teks pilihan jawaban). - Kolom Respons (Pilihan Jawaban):
- Ketik huruf penanda jawaban (misalnya,
A.). - Ketik teks pilihan jawaban Anda.
- Tekan
Enteruntuk pindah ke baris berikutnya dan ulangi proses untuk soal berikutnya.
- Ketik huruf penanda jawaban (misalnya,
- Ketik nomor soal (misalnya,
-
Contoh Penerapan (dengan asumsi tab di 6cm dan 10cm):
1. Ibu kota negara Indonesia adalah ( ) A. Bandung 2. Gunung tertinggi di dunia adalah ( ) B. Jakarta 3. Alat pernapasan manusia adalah ( ) C. Paru-paru 4. Planet terdekat dengan matahari adalah ( ) D. Everest 5. Hasil dari 5 x 5 adalah ( ) E. Merkurius F. 25 G. Surabaya -
Penting: Pastikan Anda memiliki lebih banyak opsi jawaban daripada pertanyaan. Untuk opsi jawaban tambahan (pengecoh), cukup ketik huruf dan teksnya, lalu tekan
Enter. Anda tidak perlu menggunakan tab untuk baris ini jika tidak ada pertanyaan yang terkait.
-
-
Penomoran Otomatis:
- Untuk pertanyaan, Anda bisa menggunakan penomoran otomatis Word. Sorot semua baris pertanyaan, lalu klik ikon
Numberingdi grupParagraphpada tabHome. - Untuk pilihan jawaban (A, B, C), Anda bisa menggunakan daftar berhuruf otomatis. Sorot semua pilihan jawaban, lalu klik ikon
Bullets>Define New Bullet...atauNumbering>Define New Number Format...dan pilih format huruf.
- Untuk pertanyaan, Anda bisa menggunakan penomoran otomatis Word. Sorot semua baris pertanyaan, lalu klik ikon
-
Penyelarasan dan Pemformatan Akhir:
- Sesuaikan posisi tab jika ada teks yang terlalu panjang dan tumpang tindih.
- Pastikan spasi antar baris cukup (Line Spacing) agar mudah dibaca. Anda bisa mengaturnya di
Home>Line and Paragraph Spacing. - Gunakan
Ctrl+Auntuk memilih semua teks, lalu atur rata kiri (Align Left) agar konsisten.
Metode 2: Menggunakan Tabel (Untuk Kontrol Visual Lebih Baik)
Metode tabel sangat direkomendasikan jika Anda ingin struktur kolom yang lebih kuat, mudah diatur, dan bisa menyertakan gambar atau objek lain.
-
Buka Dokumen Baru di Word: Sama seperti Metode 1.
-
Tulis Instruksi Soal: Sama seperti Metode 1.
-
Sisipkan Tabel:
- Pergi ke tab
Insert. - Klik
Table. - Pilih
Insert Table.... - Atur
Number of columnsmenjadi 3 (untuk nomor/ruang jawaban, pertanyaan, dan pilihan jawaban) atau 2 (untuk pertanyaan dan pilihan jawaban, dengan ruang jawaban di luar tabel). Untuk kesederhanaan dan kontrol lebih baik, mari gunakan 3 kolom. - Atur
Number of rowssesuai jumlah soal yang Anda rencanakan (misalnya, 10 baris untuk 8 soal dan beberapa pengecoh). - Klik
OK.
- Pergi ke tab
-
Struktur Tabel:
- Kolom 1 (Kiri): Untuk penomoran soal dan tempat menulis jawaban.
- Kolom 2 (Tengah): Untuk teks pertanyaan (premis).
- Kolom 3 (Kanan): Untuk teks pilihan jawaban (respons).
-
Isi Tabel:
-
Untuk setiap baris soal:
- Di Kolom 1: Ketik nomor soal (misalnya,
1.) dan sisakan ruang untuk jawaban (misalnya,( )atau_____). - Di Kolom 2: Ketik teks pertanyaan Anda.
- Di Kolom 3: Ketik huruf pilihan jawaban (misalnya,
A.) dan teks pilihan jawaban Anda.
- Di Kolom 1: Ketik nomor soal (misalnya,
-
Untuk Pengecoh: Tambahkan baris-baris tambahan di bagian bawah tabel. Di Kolom 3 dari baris-baris ini, ketik huruf dan teks pengecoh. Biarkan Kolom 1 dan Kolom 2 kosong untuk baris-baris pengecoh ini.
-
Contoh Penerapan Tabel (dengan 3 kolom): Kolom 1 (Jwb) Kolom 2 (Pertanyaan) Kolom 3 (Pilihan Jawaban) 1. ( ) Ibu kota negara Indonesia A. Bandung 2. ( ) Gunung tertinggi di dunia B. Jakarta 3. ( ) Alat pernapasan manusia C. Paru-paru 4. ( ) Planet terdekat dengan matahari D. Everest 5. ( ) Hasil dari 5 x 5 E. Merkurius F. 25 G. Surabaya
-
-
Pengaturan Tabel (Desain dan Tata Letak):
- Ukuran Kolom: Arahkan kursor ke garis pemisah antar kolom hingga kursor berubah menjadi panah dua arah, lalu klik dan seret untuk menyesuaikan lebar kolom. Anda juga bisa mengklik kanan tabel, pilih
Table Properties, lalu atur lebar kolom di tabColumn. - Batas Tabel (Borders):
- Secara default, tabel akan memiliki batas. Untuk tampilan soal yang lebih rapi, seringkali batas tabel dihilangkan.
- Sorot seluruh tabel.
- Pergi ke tab
Table Design(akan muncul saat tabel terseleksi). - Klik
Borders>No Border. - Jika Anda ingin garis bawah hanya di tempat jawaban, Anda bisa melakukannya secara manual dengan menyisipkan
Shape(garis) atau menggunakanBorderhanya pada sel tertentu.
- Perataan Teks (Alignment):
- Pilih teks dalam kolom.
- Di tab
Home, gunakan opsi perataan (rata kiri, tengah, kanan). - Untuk perataan vertikal dalam sel, pilih sel/kolom, klik kanan, pilih
Table Properties, lalu di tabCell, aturVertical alignment(misalnyaCenter).
- Spacing dalam Sel: Anda bisa mengatur jarak teks dari batas sel (Cell Margins/Padding). Klik kanan tabel,
Table Properties,Options...di tabTableatauCell.
- Ukuran Kolom: Arahkan kursor ke garis pemisah antar kolom hingga kursor berubah menjadi panah dua arah, lalu klik dan seret untuk menyesuaikan lebar kolom. Anda juga bisa mengklik kanan tabel, pilih
4. Tips Lanjutan dan Praktik Terbaik
- Urutkan Opsi Jawaban: Untuk mempermudah peserta menemukan jawaban dan menjaga konsistensi, urutkan opsi jawaban (kolom kanan) secara alfabetis, kronologis, atau numerik (jika berupa angka).
- Panjang Jawaban Bervariasi: Hindari membuat semua pilihan jawaban memiliki panjang yang sama. Variasi panjang membantu menyamarkan pola dan mencegah peserta menebak berdasarkan panjang teks.
- Hindari Petunjuk yang Tidak Disengaja: Pastikan tidak ada kata kunci atau tata bahasa dalam pertanyaan yang secara tidak sengaja memberikan petunjuk ke jawaban yang benar.
- Konsistensi Penulisan: Gunakan format (font, ukuran, bold) yang konsisten di seluruh soal.
- Penomoran Otomatis: Untuk penomoran soal (1, 2, 3…) dan opsi jawaban (A, B, C…), gunakan fitur penomoran otomatis Word (
Home>NumberingatauBullets). Ini memudahkan jika Anda perlu menambah atau menghapus soal. - Pengecekan Halaman: Pastikan tidak ada soal atau opsi jawaban yang terpotong di antara dua halaman. Gunakan fitur
Page Break BeforeatauKeep with nextpada paragraf/tabel yang relevan (klik kanan paragraf/tabel >Paragraph...> tabLine and Page Breaks). - Membuat Kunci Jawaban:
- Buatlah kunci jawaban terpisah dari soal. Ini bisa di halaman terpisah atau di akhir dokumen.
- Format kunci jawaban dengan jelas, misalnya:
Kunci Jawaban:
1. B
2. D
3. C
4. E
5. F
- Uji Coba: Sebelum mencetak atau mendistribusikan soal, mintalah orang lain untuk mencobanya. Ini dapat membantu mengidentifikasi kesalahan, kebingungan instruksi, atau masalah format.
- Simpan sebagai PDF: Setelah selesai, simpan dokumen Anda sebagai file PDF (
File>Save As> pilihPDFsebagai jenis file). Ini memastikan tata letak soal tetap sama di perangkat mana pun dan tidak mudah diubah.
5. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jumlah Item Terlalu Banyak: Membuat satu set soal menjodohkan dengan 15-20 pasang item bisa melelahkan bagi peserta. Pecah menjadi beberapa set yang lebih kecil.
- Item Tidak Homogen: Mencampur aduk kategori materi dalam satu set soal menjodohkan akan membingungkan peserta dan mengurangi validitas soal.
- Kurangnya Pengecoh: Jika jumlah pertanyaan sama dengan jumlah jawaban, peserta bisa menebak dengan mudah setelah beberapa jawaban ditemukan.
- Petunjuk yang Tidak Disengaja: Misal, semua pertanyaan berbentuk singular dan hanya ada satu pilihan jawaban berbentuk singular.
- Format yang Berantakan: Soal yang sulit dibaca atau memiliki tata letak yang tidak konsisten dapat mengganggu fokus peserta.
Kesimpulan
Membuat soal menjodohkan di Microsoft Word adalah keterampilan dasar yang sangat berguna bagi para pendidik. Dengan mengikuti panduan langkah demi langkah ini dan menerapkan praktik terbaik, Anda dapat menciptakan soal yang tidak hanya rapi dan profesional secara visual, tetapi juga efektif dalam mengukur pemahaman peserta didik. Latihan adalah kunci, jadi jangan ragu untuk bereksperimen dengan fitur-fitur Word dan menyesuaikannya dengan gaya dan kebutuhan Anda. Soal yang terstruktur dengan baik akan memberikan pengalaman evaluasi yang lebih baik bagi semua pihak.






Leave a Reply